Minggu, 29 Mei 2016

ILMU PENELITIAN

POPULASI, SAMPEL, DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM SEBUAH PENELITIAN
Oleh : Dr. Moch. Muizzuddin, M. Pd
POPULASIpopulasi membicarakan seluruh kelompok orang, peristiwa, atau benda yang menjadi pusat perhatian peneliti untuk diteliti.
SAMPEL, pengertian sampel adalah suatu bagian dari populasi yang merupakan sejumlah anggota yang dipilih dari populasi.
Alasan penarikan sampel antara lain:
1. Jika suatu populasi penelitian relatif besar, menggunakan penarikan sampel relatif lebih murah, cepat dan akurat.
2. Penarikan sampel dapat dilakukan bilamana populasi tidak mungkin dilakukan dalam unit-unit pengujian yang bersifat destruktif

MACAM-MACAM METODE PENARIKAN SAMPEL
1. Metode Penarikan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling).
2. Metode Penarikan Sampel Berstrata (Stratified Random Sampling).
3. Metode Penarikan Sampel Berkelompok (Cluster Sampling).
4. Metode Penarikan Sampel Sistematik (Systematic Sampling).
5. Metode Penarikan Sampel Wilayah (Area Sampling).

METODE PENARIKAN SAMPEL ACAK SEDERHANA
Metode ini merupakan suatu prosedur yang memungkin setiap elemen dalam populasi akan memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.
Contoh :
Contoh yang paling sederhana adalah dengan cara undian. Misalnya, kita ingin menarik sampel sebanyak 35 siswa secara random dari suatu populasi berjumlah 100 siswa, yang terdiri dari kelas I, II, dan III. Masing-masing nama siswa diberi nomor sampai dengan 100, kemudian setiap nomor ditulis pada secarik kertas, kemudian dimasukkan dalam sebuah kotak dikocok dengan baik dan selanjutnya dipilih sebanyak 35 sampel.

METODE PENARIKAN SAMPEL BERSTRATA
Metode ini merupakan suatu prosedur penarikan sampel berstrata, yang dalam hal ini suatu subsampel-subsampel acak sederhana ditarik dari setiap strata yang kurang lebih sama dalam beberapa karakteristik.
Contoh:
Populasi 1000 (wanita = 700, Pria = 300). Sampel yang diperlukan = 100.
Secara proporsional sampelnya dapat ditarik sebagai berikut.
Wanita = 700/100 X 100 = 70
Pria = 300/100 X 100 = 30

METODE PENARIKAN SAMPEL BERKELOMPOK
 1. METOTE PENARIKAN SAMPEL SISTEMATIK (SYSTEMATIC SAMPLING)
Dalam penarikan sampel sistematik, populasi dibagi dengan ukuran sampel yang diperlukan (n) dan sampel diperoleh dengan cara mengambil setiap subyek ke-n.
Contoh: Penarikan sistematik
Populasi 100, ukuran sampel 10. Bagi populasi dengan ukuran sampel 100/10 =n. Selanjutnya mulai memilih nomor antara 1 dan 10 misalnya 5, kemudian pilih yang ke 10 setelah itu hingga 10 yang hendak dipilih, berarti = 5, 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85, 95.
2. METODE PENARIKAN SAMPEL WILAYAH(AREA SAMPLING)
Metode ini merupakan bentuk dari “cluster sampling” dalam suatu wilayah. Suatu kota yang menunjukkan wilayah-wilayah dapat dijadikan dasar pembentukan sampel wilayah, dan selanjutnya bisa diperoleh data dari penduduk yang berada dalam wilayah-wilayah tertentu.
Contoh: Misalnya sebuah stasiun radio melakukan survei profil dan prilaku pendengar radio. Penelitian dapat menggunakan suatu peta kota, kemudian mengidentifikasi wilayah-wilayah dari kota tersebut hingga ke kecamatan, kelurahan, RW, dan akhirnya RT yang dipilih secara random. Hal ini dilakukan jika daftar yang lengkap dan akurat sulit diperoleh atau membutuhkan biaya yang besar untuk memperolehnya.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA
a. Studi Kepustakaan
b. Observasi
c. Wawancara
d. Angket
e. Tes
f. Dokumentasi

STUDI KEPUSTAKAAN
1. Teknik pengumpulan data ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang bersifat teoritik yang berhubungan dengan masalah yang diteliti antara lain; buku, majalah, makalah, artikel, koran, jurnal dll.
2. Contoh: Misal Judul skripsinya; Penelitian tentang persepsi siswa tentang gaya mengajar guru pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI
3. Kajian pustaka yang dibutuhkan dala penelitian ini adalah daftar pustaka yang berkenaan dengan data dan informasi tentang gaya mengajar guru dan motivasi belajar siswa

OBSERVASI
 Teknik ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti baik secara langsung ataupun tidak langsung.
 Contoh: Teknik observasi ini dimaksudkan untuk meneliti dan mengamati gaya mengajar guru di kelas, dan motivasi belajar siswa. Jenis gaya mengajar guru seperti apa yang ditampilkannya di kelas dan kategorisasi apa motivasi belajar siswa yang nampak dalam proses belajarnya.

WAWANCARA
Teknik ini dilakukan dengan cara mengadakan pembicaraan secara face to face dengan responden berkenaan dengan objek yang diteliti melalui pertanyaan yang telah dirumuskan peneliti baik secara tertutup ataupun terbuka

ANGKET
Teknik ini dilakukan dengan mengadakan pengajuan pertanyaan secara tertulis dengan bentuk pilihan ganda dengan 5 opsion pilihan jawaban atau 4 opsion pilihan. Teknik ini biasanya dilakukan untuk meneliti tentang sikap, motivasi, persepsi, dengan menggunakan pengukuran skala likert.
Contoh: Ketika menjelaskan materi ajar di kelas suara guru berbicara?
a. Sangat Jelas
b. Jelas
c. Kadang-kadang jelas
d. Kurang Jelas
e. Sangat tidak jelas

TES
Teknik ini dilakukan dengan menggunakan tes untuk menghimpun data kuantitatif dari masing-masing variabel yang diteliti, untuk ditindaklanjuti dalam analisis data. Teknik tes ini biasanya digunakan untuk mengetahui variabel kemampuan, penguasaan, mutu, dan prestasi.
Contoh: Tes kemampuan matematika, tes penguasaan bahasa Indonesia, dll.

DOKUMENTASI
Teknik ini dilakukan dengan mengadakan kajian dokumentasi tentang variabel penelitianf yang hendak diteliti, baik berupa dokumentasi nilai raport siswa, data pribadi siswa, buku leger guru, dll.
Contoh: Data prestasi siswa yang diambil dari dokumen nilai, berupa raport atau buku leger guru.

PILIHAN GANDA
contoh :
Manakah penulis singkatan yang benar ?
a. an
b. a.n
c. A.n
d. AN


e. a.N

Tidak ada komentar:

Recent Posts