Minggu, 04 Agustus 2013

Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa IAIN ”SMH” Banten

A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Dalam dunia kampus kata ”Aktivis” sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga bahkan seringkali menjadi topik utama dalam setiap pembicaraan. Selama ini banyak kasus yang sudah melekat pada diri seorang aktivis, mulai dari kegagalan dalam perkuliahan seperti gagal lulus dimata kuliah tertentu dan harus mengulang tahun depan, indeks prestasi rendah atau dibawah rata-rata bahkan hingga keterlambatan didalam kelulusan akademik.
Pendapat masykur : Diantara aktivis di kampus yang belum biasa mensinergikan aktivitas dan akademiknya tidak jarang seorang aktivis terkesan cuek dengan nilai kartu hasil studinya yang  nasakom ataupun dengan teguran-teguran dari pihak dosen tentang ketidakdisiplinan mereka. Saya tidak menuntut setiap aktivis cuek untuk memiliki indeks prestasi yang luar biasa dengan peringkat  yang sangat baik, tetapi minimal seorang aktivis memiliki indeks prestasi  yang bisa dikatakan standart ataupun bagus.[1]
Mahasiswa merupakan komponen penunjang kemajuan negeri, mahasiswa diharapkan mampu memberikan sumbangan melalui kapasitas intelektualitasnya, sehingga masa kuliah seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mengikuti aktivitas pada unit-unit kegiatan mahasiswa bukanlah berarti meninggalkan tugas belajar kuliahnya.
Menjadi aktivis  mahasiswa tidaklah berarti menjadikan nilai kuliah menjadi turun, justru menjadi aktivis mahasiswa menjadi ajang pembuktian diri kita bahwa kita adalah mahasiswa yang memiliki nilai lebih dibanding mahasiswa lainnya dan juga sebagai suplemen menggembleng diri
Berdasarkan fakta lemahnya prestasi akademik pada aktivis serta banyaknya pendapat tentang pentingnya berprestasi sekaligus berorganisasi, maka penulis memilih untuk mengadakan penelitian dengan judul ”Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa  IAIN ”SMH” Banten”

2.      Rumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: ” Adakah pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap prestasi belajar mahasiswa?”

3.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang ada tidaknya pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap prestasi belajar mahasiswa.

4.      Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Wawancara, Wawancara adalah pertemuan dua orang atau lebih dengan maksud untuk menggali informasi baik berupa fakta atau pendapat seseorang untuk tujuan tertentu.

B.     Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa
1.      Pengertian Organisasi
Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian:
Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut dengan bawahan.[2]
Chester L. Bernard (1938) mengatakan bahwa organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih (Define orgazation as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.[3]
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu system formal yang terdiri dari pola aktivitas yang dilakukan  sekelompok orang (dua atau lebih) yang bersama secara teratur dan berulang-ulang untuk mencapai tujuan bersama.
Aktivis adalah orang yang tidak tenang (gelisah) ketika terjadi ketidakadilan di lingkungannya dengan cara melakukan perubahan tertentu mulai dari titik nol sampai tujuannya tersebut tercapai. Seorang aktivis, selain aktif di organisasi tertentu (sebagai organisatoris), dia juga mempunyai pekerjaan lain di luar itu yaitu memperjuangkan hak-hak orang lain.[4]
Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa aktivis merupakan orang yang gelisah melihat ketidakadilannya, bergerak melakukan perubahan untuk mencapai tujuannya yang biasanya bersifat sosial.
Jadi aktif organisasi adalah ikut secara aktif dalam melakukan perubahan karena adanya ketidakadilan di lingkungan dan merupakan suatu sistem formal yang di dalamnya terdapat sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.

2.      Pengertian Prestasi Belajar
Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.[5]
Jadi belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil latihan atau pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya.
Prestasi merupakan suatu hasil yang dicapai atau pengukuran kemampuan seseorang dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan. Dalam dunia pendidikan, prestasi dan belajar mempunyai hubungan yang sangat erat sehingga sulit dipisahkan. Prestasi dapat menunjukkanseberapa jauh nilai yang diperoleh dalam setiap kegiatan atau belajar. Dari suatu nilai kemampuan yang menunjukkan hasil yang tertinggi dicapai dalam suatu saat yang tertentu itulah disebut prestasi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yaitu faktor yang berasal dari dalam (internal) dan faktor yang berasal dari luar (eksternal). Faktor internal ada dua macam, yaitu: (1) kondisi fisiologi, yang pada umumnya sangat berpengaruh terhadap belajar seseorang. Orang yang dalam keadaan segar jasmaninya akan berlainan belajarnya dengan orang yang dalam keadaan kelelahan. (2) kondisi psikologi, yang dipengaruhi oleh minat, perhatian, kecerdasan, bakat, dan motivasi. Faktor eksternal ada tiga macam yaitu, keadaan lingkungan, keadaan sekolah, dan fasilitas belajar.

3.      Pengaruh Keaktifan Berorganisasi terhadap Prestasi Belajar
Keaktifan berorganisasi sering berpengaruh terhadap prestasi belajar seseorang. Sebagai mahasiswa menjadi aktivis adalah sebuah panggilan moral. Mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat, sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yang menyiratkan aspek pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Hasil jajak pendapat dengan pertanyaan ”Apakah dengan berorganisasi Prestasi ada meningkat?”. jawabannya sesbagai berikut :
a.       Menurut Jamadi salah satu aktivis Mahasiswa IAIN Mengatakan bahwa dengan beorganisasi tidak mempengaruhi prestasi belajar, justru dengan berorganisi mahasiswa akan dapat tambahan ilmu yang diluar kelas yaitu ilmu, Seperti: Pengalaman, Pengabdian, responsibeliti terhadap masalah, dan lain-lain.
b.      Menurut TB. Ahmad Miftah Mahasiswa IAIN mengatakan bahwa dengan berorganisasi tidak bisa dijadikan alasan untuk menjadi nilai prestasi menurun, karena dengan berorganisasi kita dapat memperoleh ilmu yang belum tentu didapat oleh mahasiswa kuku-kupu (Mahasiswa Pulang pergi). Segala sesuatu kembali kediri mahasiswa tersebut. Jika bisa membagi waktu pasti mahasiswa yang aktivis lebih baik dari mahasiswa kupu-kupu.
c.       Menurut Saifullah, Bahwa dengan berorganisasi tidak mempengaruhi prestasi menjadi buruk, kembali kediri mahasiwanya masing-masing.
d.      Menurut Asrori, Berorganisi ada nilai Plus bagi aktivis, karena memang ilmu yang kita dapat dari organisasi belum tentu didapat oleh mahasiswa yang bukan aktivis.
                       
C.    Kesimpulan
Keaktifan berorganisasi sering berpengaruh terhadap prestasi belajar seseorang. Namun kembali kediri mahasiswanya, jika dia benar-benar bisa membagi waktu maka keaktifan berorgisasi menjadi nilai tambah untuk diri mahasiswa tersebut.
Prestasi merupakan suatu hasil yang dicapai atau pengukuran kemampuan seseorang dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan









REFERENSI

Anonim. 2009. ”Pengertian Organisasi”. www.shvoong.com
Gani, Abdul. 2009. ”Aktivis”. www.abdulganie.wordpress.com
Hariyanto, http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/
Rafa. 2009. ”Aktivis vs Akademis”. www.rafarafa.blog.friendster.com
Vyansya. 2009. ”Pengertian Organisasi”. www.sendokapi.web.id

















[1] Rafa. 2009. ”Aktivis vs Akademis”. www.rafarafa.blog.friendster.com

[2] Anonim. 2009. ”Pengertian Organisasi”. www.shvoong.com
[3] Vyansya. 2009. ”Pengertian Organisasi”. www.sendokapi.web.id
[4] Gani, Abdul. 2009. ”Aktivis”. www.abdulganie.wordpress.com
[5] Hariyanto, http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/

Tidak ada komentar:

Recent Posts