BAB I
Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang Masalah
Sudah kita ketahui bahwa politik
merupakan bagian dari kegiatan manusia, karena politik Bisa akan terjadi apabila
terjadinya interaksi social yang bersifat konflik antara satu sama lain,
seseorang akan lebih mengerti betapa pentingnya politik bagi manusia untuk
memperoleh kehidupan yang lebih baik karena kegiatan politik identik dengan
hokum, oleh karena itu kita harus tahu apa maksud dan arti dari politik,
bagaimana perkembangannya,apa saja teori-teori perkembangannya. maka dengan
adanya masalah di atas, penulis merasa penting dalam mengkaji ilmu-ilmu
politik,oleh karena itu penulis memilih dalam menyusunan makalah ini dengan
tema “ Ilmu politik dan teori-teori
perkembangan politik”
1.2. Rumusan
masalah
Dalam penyusunan makalah ini
terdapat poin-poin penting masalah yang harus di rumuskan di antaranya adalah:
1. Apa pengertian dari politik?
2. Bagaimana sejarah masuknya ilmu
politik ke Indonesia?
3. Apa saja teori-teori perkembangan politik?
1.3. Tujuan penulisan
Tujuan dalam penyusunan makalah ini , penulis
ingin mengetahui hal-hal sebagai berikut:
1. ingin mengetahui pengertian
politik.
2. ingin mengetahui
bagaimana sejarah masuknya ilmu politik ke Indonesia.
3..ingin mengetahui teori-teori
perkembangan politik.
1.4
Sistematika penulisan
Untuk
memudahkan dalam penyusunan makalah ini,diperlukan sistematika penulisan,adapun
sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan makalah ini antara lain:
BAB
I. Pendahuluan, pada BAB ini terdiri atas: Latar belakang masalah,Rumusan
masalah,Tujuan penulisan dan sistematika penulisan.
BAB
II. Pembahasan,pada BAB ini terdiri atas uraian pembahasan tentang : pengertian
politik,sejarah singkat masuknya ilmu politik ke Indonesia, dan teori-teori
perkembangan politik.
BAB
III. Penutup, pada BAB ini terdiri atas: Kesimpulan dan Saran
BAB II
Pembahasan
2.1. Pengertian politik
Menurut Breed dalam bukunya yang
berjudul”social control in the newstroom” mengatakan bahwa politik
adalah siapa yang memperoleh,Apa,kapan dan bagaimana pembagian nilai-nilai oleh
yang berwenang,kekuasaan dan yang pemegang kekuasaan,pengaruh tindakan yang
diarahkan untuk mempertahankan atau memperluas tindakan yang lainnya, dan semua
kegiatan yang beragam itu ada persesuaian umum bahwa politik mencakup sesuatau
yang di lakukan orang,bisa di katakan politik adalah kegiatan yang di bedakan
meskipun tidak selalu berhasil.
Sedangkan Menurut prof Dan Nimmo
dalam bukunya yang berjudul “komunikasi politik” mengatakan bahwa
politik adalah kegiatan orang-orang secara kolektif yang mengatur perbuatan
mereka di dalam kondisi konflik sosial.
Seorang ilmuan politik Mark Roelofs
mengatakan politik adalah pembicaraan itu politik dan politik bukan hanya
berbicara, akan tetapi Hakikat pengalaman poltik dan bukan hanya kondisi, pada
dasarnya politik adalah kegiatan berkomunikasi antara orang-orang.
2.2. Sejarah
singkat munculnya ilmu politik di indonesia
Menurut prof Dan nimmo dalam bukunya
yang berjudul “komunikasi politik” yang menyatakan bahwa orang-orang yang
pertama kali di indonesia yang menyandang gelar doktornya dalam bidang politik
adalah Dr.Astrid,Dr.Alwi dahlan dan Dr.S sunarjo, di indonesia ilmu politik
merupakan disiplin ilmu yang telah lama tercancum dalam kurikulum ilmu sosial baik
dalam kajian ilmu komunikasi ataupun dalam ilmu politik, atas dasar tokoh-tokoh politik inilah ilmu politik mulai
di ajarkan kepada pelajar khususnya dalam perguruan tinggi
Dan pada saat ini
perkembangan politik di indonesia berkembang dengan pesat, sehingga ketiga
tokoh inilah di sebut sebagai reformer dalam bidang politik di indonesia.
2.3. Teori-teori
perkembangan politk
A. Teori tahap pertama
Teori politik tahap pertama ini pertama
kali di perkenalkan oleh ilmuan asal Amerika yang bernama Lucian Pye-lah yang
menganalisa konsep perkembangan politik dengan mendalam, Pye telah meninggalkan
suatu kesan yang kekal pada seluruh kepustakaan tentang perkembangan politik.
Dalam tulisan-tulisannya terdahulu Pye memikirkan perkembangan politik sebagai
penyebaran kebudayaan dan sebagai penyesuaian,penerapan,serta
pembaruan pola-pola hidup lama pada kebutuhan-kebutuhan hidup yang baru,
Langkah
pertama ke arah perkembangan politik ialah Evolusi (pertumbuhan) sistem negara
kebangsaan (nation-state) yang diperlukannya sebagai suatu konsep dasar. Pada
tahun 1965 dalam bukunya “Political Culture and Political Development Pye telah menemukan apa yang di anggapnya sebagai
unsur-unsur perkembangan politik dapat di telusuri pada 3 tingkat berbeda di
antaranya adalah:
1.Bekenaan dengan
penduduk sebagai suatu keseluruhan.
2.Berkenaan dengan
tingkat dayaguna pemerintah dan sistem umum.
3.Berkenaan dengan
sistem pemerintah.
Perubahan pokok dalam watak penduduk
adalah bahwa penduduk berperilaku tidak lagi sebagai suatu objek yang secara
pasif menerima perintah dari atas melainkan melaksanakannya sebagai suatu
peserta yang aktif yang memberikan sumbangan bagi pembentukan keputusan
politik,dengan kata lain ada keikutsertaan yang lebih besar massa dalam suatu
sistem politik yang berkembang.
Pye juga menggarap teori yang dinyatakan oleh
ilmuan inggris Kenneth Organski yang pada saat itu juga telah mencurahkan
perhatiannya pada perkembangan politik,Dia mengatakan bahwa untuk mencapai
sasaran perkembangan suatu masyarakat yang sedang berkembang akan harus melalui
4 tahap diantaranya adalah:
1.Penyatuan
(unifikasi) politik,di maksudkan untuk mencapai pemusatan kekuasaan ke dalam tangan
negara.
2.Industrialisasi,
dengan tujuan mewujudkan pembangunan ekonomi.
3.kesejahteraan,
nasional di mana hasil-hasil kekuasaan politik dan ekonomi yang di peroleh oleh
negara bisa dinikmati oleh massa.
4.kemakmuran,di
mana rakyat mulai mencapai standar kemakmuran material yang tinggi.
Berbeda
dengan Pye,tekanan organski jelas lebih banyak pada pembangunan ekonomi dari
pada pembangunan peranata-peranata politik. Namun pada pertengahan tahun enam
puluhan pengamat-pengamat yang jeli mulai menyadari bahwa dalam studi tentang
perkembangan politik ada terlalu banyak ketergantungan pada sosiologi,khususnya
pada model-model fungsional-struktural yang di perkenalkan oleh para ilmuan
politik oleh Gabriel Almond bahwa politik
mempunyai kecenderungan yang garis besar pembentukannya oleh faktor-faktor
Sosial,Psikologis,Kebudayaan dan ekonomi
B.Teori tahap kedua
Teori kedua ini mulai di perkenalkan pada
akhir tahun enam puluhan yang lebih fokus dalam penelitiannya tentunya
perkembangan politik dalam studinya beralih dari studi Infrastruktural ke studi
Analisa tentang kemampuam dan kemauan para aktor dan peranata politik,
Dapat disadari
bahwa bila kekuatan-kekuatan psikologis dan sosial-ekonomi yang besar memang
memainkan peran,dan tidak dapat di pisah kan dari analisa politik,maka
kemampuan dan kemauan pemimpin-pemimpin politik yang menentukan bagai mana isu,
tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang di dorong oleh kekuatan modernisasi yang
cederung dapat membentuk perkembangan politik,perkembangan poltik bukanlah
suatu hasil atau akhir akan tetapi suatu peroses berkesinambungan meminjam
kata-kata Helpern “suatu kemampuan yang berkepanjangan (terus-menerus) untuk
menanggulangi suatu revolusi yang kekal”
Almond yang telah menjadi perintis
dalam bidang perkembangan politik,dalam suatu versi pandangannya yang telah di
perbaiki mengenai subjek tersebut mendefinisikan perkembangan politik
sebagai”pembedaan yang meningkat dan sepesialisasi struktur politik serta
sekularisasi yang meningkat dari kebudayaan politik. Namun seorang ilmuan
politik Samuel huntington menentang gagasan bahwa perkembangan poitik dapat
difikirkan di pandang dari segi tahap-tahap atau suatu peroses satu-garis(unilinear).satu konsep besar yang di sumbangkan oleh
Huntington kepada kepustakaan tentang perkembangan politik ialah kehancuran
politik,peranata-peranata melayu hancur maupun tumbuh dan menjadi matang adalah
tesisnya yang utama. Huntington juga mempertanyakan penyatuan perkembangan
politik dengan kemodernan dan secara sungguh-sungguh menyatakan dengan
keberatan terhadap kecendrungan yang lazim untuk menghubungkan perkembangan
politik dengan modernisasi.dengan kata lain Ia tidak tidak memperlakukan
modernisasi itu sendiri menjadi patokan bagi perkembangan politik.
C. Teori tahap ketiga
Pada
teori yang ketiga ini lebih di kenal dengan teori proses sosial, yang di
perkenalkan oleh Daniel Lerner dan Karl Deutsch. Mereka mencoba untuk
mengartikan perkembangan politik dari sudut studi tentang peroses sosial yang
menghubungkan kelakuan dan proses politik dengan proses sosial.
dengan langkah ini
mereka telah dapat secara metodologik mengambul suatu pendekatan yang lebih
berorientasi,empiris dan behavioral dari pada pendekatan-pendekatan
sistem,dengan hasil bahwa mereka telah berhasil dalam pengumpulan,melalui
survei,dan sebagainya,sejumlah besar data bersifat kuantitatif tentang
proses-proses sosial,klo pemgumpulan para ahli teori sistem itu pada dasarnya
mengenai fungsi-fungsi yang di jalankan oleh berbagai struktur politik dan
sosial,penekanan pendekatan proses sosial adalah mengenai proses menghubungkan dan
kadang-kadang mengenai bergeraknya ke suatu analisa sebab-akibat (casual).
Kalau pendekatan sistem mencoba menghubungkan suatu pola tindakan dengan sistem
itu sebagai keseluruhan, proses sosial mencoba menghubungkan satu pola tindakan
dengan pola tindakan lainya. Keunggulan pendekatan proses sosial ataspendekatan
sistem terletak pada kenyataan bahwa Ia dapat membangun hubungan antara
variabel,dan lebih khususnya antara perubahan-perubahan dalam satu rangkaian
variabel dalam perubahan-perubahan dalam rangkaian lainnya, dengan hasil bahwa
pendekatan proses sosial ini agak lebih berpiranti dari pada pendekatan sistem
untuk mempelajari perubahan. Tetapi pendekatan itu adalah suatu pendekatan yang
terikat pada kebudayaan dan kekurangan dalam kecanggihan konsepsual pendekatan
sistem
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Ilmu Politik adalah suatu disiplin
ilmu yang dari dulu sudah ada pada zaman yunani kuno, ilmu poltik adalah ilmu yang
abstrak sehingga banyak perbedaan dari para pakar politik dalam
mengartikannya,tetapi secara umum ilmu politik bekaitan erat dengan kegiatan
sosial.Ilmu politik termasuk sejenis ilmu pengetahuan,sebagai ilmu pengetahuan
ilmu politik harus memiliki perwatakan ilmu pengetahuan, ilmu politik merupakan
karya manusia dalam mengatur interaksi sosial dalam suatu konflik tentunya,
karena ilmu politik merupakan suatu ilmu. maka ilmu politik itu harus di gali
dengan upaya mengetahui apa maksud dan arti dari ilmu politik, mempelajari
perkembangan-perkembangan politik serta mengetahui teori-teorinya dalam
perkembangan politik, tanpa mengetahui hal-hal tersebut seseorang tidak akan
mengerti maksud dari politik apalagi dalam pelaksanaannya.
Aneka cara untuk mengetahui ilmu politik tersebut mulai dari
pengertiannya dari para pakar politik seperti Lucian Pye-Lah,Helpern,Samuel Huntington
Daniel Lerner,Karl Deutsch dan banyak lagi pembahasan dari para pakar
lainnya,dalam mempelajari ilmu perkembangan politik kita dtuntut mengetahui
tero-teori atau poin-poin yang penting dari teori tahap pertama,teori tahap
kedua dan teori tahap ketiga,pada BAB pembahasan semua masalah di atas sudah
penulis uraikan.
3.2.Saran
Dalam penyusunan makalah ini penulis
menyadari bahwa masih banyak kesalahan baik dari penyusunan,tulisan maupun yang
lainya olehkarena itu saran dan keritik pembaca sangat penulis harapkan untuk
mencapai kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Varma,SP. “teori-teori
politik modern”, Raja gerapindo persada,Jakarta:2007
Arent ,Hannah. “sejarah
totalitarisme”, Yayasan obor jaya,Jakarta:1995
Strong,C.F. “konstitusi
politik modern”,Nusamedia,Bandung:1999
Urbaningrum,Anas. “Ranjau-ranjau
reformasi”,Raja gerafindo
persada,Bandung:2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar