Minggu, 03 November 2013

ILMU POLITIK DAN TEORI-TEORI PERKEMBANGAN POLITIK



                                                                          BAB I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
            Sudah kita ketahui bahwa politik merupakan bagian dari kegiatan manusia, karena politik Bisa akan terjadi apabila terjadinya interaksi social yang bersifat konflik antara satu sama lain, seseorang akan lebih mengerti betapa pentingnya politik bagi manusia untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik karena kegiatan politik identik dengan hokum, oleh karena itu kita harus tahu apa maksud dan arti dari politik, bagaimana perkembangannya,apa saja teori-teori perkembangannya. maka dengan adanya masalah di atas, penulis merasa penting dalam mengkaji ilmu-ilmu politik,oleh karena itu penulis memilih dalam menyusunan makalah ini dengan tema  “ Ilmu politik dan teori-teori perkembangan politik”
1.2. Rumusan masalah
            Dalam penyusunan makalah ini terdapat poin-poin penting masalah yang harus di rumuskan di antaranya adalah:
            1. Apa pengertian dari politik?
            2. Bagaimana sejarah masuknya ilmu politik ke Indonesia?
            3. Apa saja teori-teori perkembangan politik?
 1.3. Tujuan penulisan
            Tujuan dalam penyusunan makalah ini , penulis ingin mengetahui hal-hal sebagai berikut:
            1. ingin mengetahui pengertian politik.
            2. ingin mengetahui bagaimana sejarah masuknya ilmu politik ke Indonesia.
            3..ingin mengetahui teori-teori perkembangan politik.
1.4 Sistematika penulisan
            Untuk memudahkan dalam penyusunan makalah ini,diperlukan sistematika penulisan,adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan makalah ini antara lain:
            BAB I. Pendahuluan, pada BAB ini terdiri atas: Latar belakang masalah,Rumusan masalah,Tujuan penulisan dan sistematika penulisan.
            BAB II. Pembahasan,pada BAB ini terdiri atas uraian pembahasan tentang : pengertian politik,sejarah singkat masuknya ilmu politik ke Indonesia, dan teori-teori perkembangan politik.
            BAB III. Penutup, pada BAB ini terdiri atas: Kesimpulan dan Saran
             
BAB II
Pembahasan
2.1. Pengertian politik
            Menurut Breed dalam bukunya yang berjudul”social control in the newstroom” mengatakan bahwa politik adalah siapa yang memperoleh,Apa,kapan dan bagaimana pembagian nilai-nilai oleh yang berwenang,kekuasaan dan yang pemegang kekuasaan,pengaruh tindakan yang diarahkan untuk mempertahankan atau memperluas tindakan yang lainnya, dan semua kegiatan yang beragam itu ada persesuaian umum bahwa politik mencakup sesuatau yang di lakukan orang,bisa di katakan politik adalah kegiatan yang di bedakan meskipun tidak selalu berhasil.
            Sedangkan Menurut prof Dan Nimmo dalam bukunya yang berjudul “komunikasi politik” mengatakan bahwa politik adalah kegiatan orang-orang secara kolektif yang mengatur perbuatan mereka di dalam kondisi konflik sosial.
            Seorang ilmuan politik Mark Roelofs mengatakan politik adalah pembicaraan itu politik dan politik bukan hanya berbicara, akan tetapi Hakikat pengalaman poltik dan bukan hanya kondisi, pada dasarnya politik adalah kegiatan berkomunikasi antara orang-orang.
2.2. Sejarah singkat munculnya ilmu politik di indonesia
            Menurut prof Dan nimmo dalam bukunya yang berjudul “komunikasi politik” yang menyatakan bahwa orang-orang yang pertama kali di indonesia yang menyandang gelar doktornya dalam bidang politik adalah Dr.Astrid,Dr.Alwi dahlan dan Dr.S sunarjo, di indonesia ilmu politik merupakan disiplin ilmu yang telah lama tercancum dalam kurikulum ilmu sosial baik dalam kajian ilmu komunikasi ataupun dalam ilmu politik, atas dasar  tokoh-tokoh politik inilah ilmu politik mulai di ajarkan kepada pelajar khususnya dalam perguruan tinggi
Dan pada saat ini perkembangan politik di indonesia berkembang dengan pesat, sehingga ketiga tokoh inilah di sebut sebagai reformer dalam bidang politik di indonesia.
2.3. Teori-teori perkembangan politk
            A. Teori tahap pertama
    Teori politik tahap pertama ini pertama kali di perkenalkan oleh ilmuan asal Amerika yang bernama Lucian Pye-lah yang menganalisa konsep perkembangan politik dengan mendalam, Pye telah meninggalkan suatu kesan yang kekal pada seluruh kepustakaan tentang perkembangan politik. Dalam tulisan-tulisannya terdahulu Pye memikirkan perkembangan politik sebagai penyebaran kebudayaan dan sebagai                          penyesuaian,penerapan,serta pembaruan pola-pola hidup lama pada kebutuhan-kebutuhan hidup yang baru,
Langkah pertama ke arah perkembangan politik ialah Evolusi (pertumbuhan) sistem negara kebangsaan (nation-state) yang diperlukannya sebagai suatu konsep dasar. Pada tahun 1965 dalam bukunya “Political Culture and Political Development  Pye telah menemukan apa yang di anggapnya sebagai unsur-unsur perkembangan politik dapat di telusuri pada 3 tingkat berbeda di antaranya adalah:
1.Bekenaan dengan penduduk sebagai suatu keseluruhan.
2.Berkenaan dengan tingkat dayaguna pemerintah dan sistem umum.
3.Berkenaan dengan sistem pemerintah.
            Perubahan pokok dalam watak penduduk adalah bahwa penduduk berperilaku tidak lagi sebagai suatu objek yang secara pasif menerima perintah dari atas melainkan melaksanakannya sebagai suatu peserta yang aktif yang memberikan sumbangan bagi pembentukan keputusan politik,dengan kata lain ada keikutsertaan yang lebih besar massa dalam suatu sistem politik yang berkembang.
 Pye juga menggarap teori yang dinyatakan oleh ilmuan inggris Kenneth Organski yang pada saat itu juga telah mencurahkan perhatiannya pada perkembangan politik,Dia mengatakan bahwa untuk mencapai sasaran perkembangan suatu masyarakat yang sedang berkembang akan harus melalui 4 tahap diantaranya adalah:
1.Penyatuan (unifikasi) politik,di maksudkan untuk mencapai pemusatan kekuasaan ke dalam tangan negara.
2.Industrialisasi, dengan tujuan mewujudkan pembangunan ekonomi.
3.kesejahteraan, nasional di mana hasil-hasil kekuasaan politik dan ekonomi yang di peroleh oleh negara bisa dinikmati oleh massa.
4.kemakmuran,di mana rakyat mulai mencapai standar kemakmuran material yang tinggi.
Berbeda dengan Pye,tekanan organski jelas lebih banyak pada pembangunan ekonomi dari pada pembangunan peranata-peranata politik. Namun pada pertengahan tahun enam puluhan pengamat-pengamat yang jeli mulai menyadari bahwa dalam studi tentang perkembangan politik ada terlalu banyak ketergantungan pada sosiologi,khususnya pada model-model fungsional-struktural yang di perkenalkan oleh para ilmuan politik oleh Gabriel Almond  bahwa politik mempunyai kecenderungan yang garis besar pembentukannya oleh faktor-faktor Sosial,Psikologis,Kebudayaan dan ekonomi
            B.Teori tahap kedua
     Teori kedua ini mulai di perkenalkan pada akhir tahun enam puluhan yang lebih fokus dalam penelitiannya tentunya perkembangan politik dalam studinya beralih dari studi Infrastruktural ke studi Analisa tentang kemampuam dan kemauan para aktor dan peranata politik,
Dapat disadari bahwa bila kekuatan-kekuatan psikologis dan sosial-ekonomi yang besar memang memainkan peran,dan tidak dapat di pisah kan dari analisa politik,maka kemampuan dan kemauan pemimpin-pemimpin politik yang menentukan bagai mana isu, tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang di dorong oleh kekuatan modernisasi yang cederung dapat membentuk perkembangan politik,perkembangan poltik bukanlah suatu hasil atau akhir akan tetapi suatu peroses berkesinambungan meminjam kata-kata Helpern “suatu kemampuan yang berkepanjangan (terus-menerus) untuk menanggulangi suatu revolusi yang kekal”
            Almond yang telah menjadi perintis dalam bidang perkembangan politik,dalam suatu versi pandangannya yang telah di perbaiki mengenai subjek tersebut mendefinisikan perkembangan politik sebagai”pembedaan yang meningkat dan sepesialisasi struktur politik serta sekularisasi yang meningkat dari kebudayaan politik. Namun seorang ilmuan politik Samuel huntington menentang gagasan bahwa perkembangan poitik dapat difikirkan di pandang dari segi tahap-tahap atau suatu peroses satu-garis(unilinear).satu  konsep besar yang di sumbangkan oleh Huntington kepada kepustakaan tentang perkembangan politik ialah kehancuran politik,peranata-peranata melayu hancur maupun tumbuh dan menjadi matang adalah tesisnya yang utama. Huntington juga mempertanyakan penyatuan perkembangan politik dengan kemodernan dan secara sungguh-sungguh menyatakan dengan keberatan terhadap kecendrungan yang lazim untuk menghubungkan perkembangan politik dengan modernisasi.dengan kata lain Ia tidak tidak memperlakukan modernisasi itu sendiri menjadi patokan bagi perkembangan politik.
            C. Teori tahap ketiga
        Pada teori yang ketiga ini lebih di kenal dengan teori proses sosial, yang di perkenalkan oleh Daniel Lerner dan Karl Deutsch. Mereka mencoba untuk mengartikan perkembangan politik dari sudut studi tentang peroses sosial yang menghubungkan kelakuan dan proses politik dengan proses sosial.
dengan langkah ini mereka telah dapat secara metodologik mengambul suatu pendekatan yang lebih berorientasi,empiris dan behavioral dari pada pendekatan-pendekatan sistem,dengan hasil bahwa mereka telah berhasil dalam pengumpulan,melalui survei,dan sebagainya,sejumlah besar data bersifat kuantitatif tentang proses-proses sosial,klo pemgumpulan para ahli teori sistem itu pada dasarnya mengenai fungsi-fungsi yang di jalankan oleh berbagai struktur politik dan sosial,penekanan pendekatan proses sosial adalah  mengenai proses menghubungkan dan kadang-kadang mengenai bergeraknya ke suatu analisa sebab-akibat (casual). Kalau pendekatan sistem mencoba menghubungkan suatu pola tindakan dengan sistem itu sebagai keseluruhan, proses sosial mencoba menghubungkan satu pola tindakan dengan pola tindakan lainya. Keunggulan pendekatan proses sosial ataspendekatan sistem terletak pada kenyataan bahwa Ia dapat membangun hubungan antara variabel,dan lebih khususnya antara perubahan-perubahan dalam satu rangkaian variabel dalam perubahan-perubahan dalam rangkaian lainnya, dengan hasil bahwa pendekatan proses sosial ini agak lebih berpiranti dari pada pendekatan sistem untuk mempelajari perubahan. Tetapi pendekatan itu adalah suatu pendekatan yang terikat pada kebudayaan dan kekurangan dalam kecanggihan konsepsual pendekatan sistem
  
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
            Ilmu Politik adalah suatu disiplin ilmu yang dari dulu sudah ada pada zaman yunani kuno, ilmu poltik adalah ilmu yang abstrak sehingga banyak perbedaan dari para pakar politik dalam mengartikannya,tetapi secara umum ilmu politik bekaitan erat dengan kegiatan sosial.Ilmu politik termasuk sejenis ilmu pengetahuan,sebagai ilmu pengetahuan ilmu politik harus memiliki perwatakan ilmu pengetahuan, ilmu politik merupakan karya manusia dalam mengatur interaksi sosial dalam suatu konflik tentunya, karena ilmu politik merupakan suatu ilmu. maka ilmu politik itu harus di gali dengan upaya mengetahui apa maksud dan arti dari ilmu politik, mempelajari perkembangan-perkembangan politik serta mengetahui teori-teorinya dalam perkembangan politik, tanpa mengetahui hal-hal tersebut seseorang tidak akan mengerti maksud dari politik apalagi dalam pelaksanaannya.
            Aneka cara untuk mengetahui  ilmu politik tersebut mulai dari pengertiannya dari para pakar politik seperti Lucian Pye-Lah,Helpern,Samuel Huntington Daniel Lerner,Karl Deutsch dan banyak lagi pembahasan dari para pakar lainnya,dalam mempelajari ilmu perkembangan politik kita dtuntut mengetahui tero-teori atau poin-poin yang penting dari teori tahap pertama,teori tahap kedua dan teori tahap ketiga,pada BAB pembahasan semua masalah di atas sudah penulis uraikan.
3.2.Saran
            Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan baik dari penyusunan,tulisan maupun yang lainya olehkarena itu saran dan keritik pembaca sangat penulis harapkan untuk mencapai kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini.  

DAFTAR PUSTAKA

Nimmo Dan. “komunikasi politik” ,Remaja rosdakarya offset,Bandung:2004
Varma,SP. “teori-teori politik modern”, Raja gerapindo persada,Jakarta:2007
Arent ,Hannah. “sejarah totalitarisme”, Yayasan obor jaya,Jakarta:1995
Strong,C.F. “konstitusi politik modern”,Nusamedia,Bandung:1999
Urbaningrum,Anas. “Ranjau-ranjau reformasi”,Raja gerafindo            persada,Bandung:2008

Tidak ada komentar:

Recent Posts