POPULASI, SAMPEL, DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM SEBUAH PENELITIAN
Oleh : Dr. Moch. Muizzuddin, M. Pd
POPULASI, populasi membicarakan seluruh kelompok orang, peristiwa, atau benda yang menjadi pusat perhatian peneliti untuk diteliti.
SAMPEL, pengertian sampel adalah suatu bagian dari populasi yang merupakan sejumlah anggota yang dipilih dari populasi.
Alasan penarikan sampel antara lain:
1. Jika suatu populasi penelitian relatif besar, menggunakan penarikan sampel relatif lebih murah, cepat dan akurat.
2. Penarikan sampel dapat dilakukan bilamana populasi tidak mungkin dilakukan dalam unit-unit pengujian yang bersifat destruktif
MACAM-MACAM METODE PENARIKAN SAMPEL
1. Metode Penarikan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling).
2. Metode Penarikan Sampel Berstrata (Stratified Random Sampling).
3. Metode Penarikan Sampel Berkelompok (Cluster Sampling).
4. Metode Penarikan Sampel Sistematik (Systematic Sampling).
5. Metode Penarikan Sampel Wilayah (Area Sampling).
METODE PENARIKAN SAMPEL ACAK SEDERHANA
Metode
ini merupakan suatu prosedur yang memungkin setiap elemen dalam
populasi akan memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.
Contoh :
Contoh
yang paling sederhana adalah dengan cara undian. Misalnya, kita ingin
menarik sampel sebanyak 35 siswa secara random dari suatu populasi
berjumlah 100 siswa, yang terdiri dari kelas I, II, dan III.
Masing-masing nama siswa diberi nomor sampai dengan 100, kemudian setiap
nomor ditulis pada secarik kertas, kemudian dimasukkan dalam sebuah
kotak dikocok dengan baik dan selanjutnya dipilih sebanyak 35 sampel.
METODE PENARIKAN SAMPEL BERSTRATA
Metode
ini merupakan suatu prosedur penarikan sampel berstrata, yang dalam hal
ini suatu subsampel-subsampel acak sederhana ditarik dari setiap strata
yang kurang lebih sama dalam beberapa karakteristik.
Contoh:
Populasi 1000 (wanita = 700, Pria = 300). Sampel yang diperlukan = 100.
Secara proporsional sampelnya dapat ditarik sebagai berikut.
Wanita = 700/100 X 100 = 70
Pria = 300/100 X 100 = 30
METODE PENARIKAN SAMPEL BERKELOMPOK
1. METOTE PENARIKAN SAMPEL SISTEMATIK (SYSTEMATIC SAMPLING)
Dalam
penarikan sampel sistematik, populasi dibagi dengan ukuran sampel yang
diperlukan (n) dan sampel diperoleh dengan cara mengambil setiap subyek
ke-n.
Contoh: Penarikan sistematik
Populasi
100, ukuran sampel 10. Bagi populasi dengan ukuran sampel 100/10 =n.
Selanjutnya mulai memilih nomor antara 1 dan 10 misalnya 5, kemudian
pilih yang ke 10 setelah itu hingga 10 yang hendak dipilih, berarti = 5,
15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85, 95.
2. METODE PENARIKAN SAMPEL WILAYAH(AREA SAMPLING)
Metode ini merupakan bentuk dari “cluster sampling” dalam suatu wilayah. Suatu kota
yang menunjukkan wilayah-wilayah dapat dijadikan dasar pembentukan
sampel wilayah, dan selanjutnya bisa diperoleh data dari penduduk yang
berada dalam wilayah-wilayah tertentu.
Contoh:
Misalnya sebuah stasiun radio melakukan survei profil dan prilaku
pendengar radio. Penelitian dapat menggunakan suatu peta kota, kemudian mengidentifikasi wilayah-wilayah dari kota
tersebut hingga ke kecamatan, kelurahan, RW, dan akhirnya RT yang
dipilih secara random. Hal ini dilakukan jika daftar yang lengkap dan
akurat sulit diperoleh atau membutuhkan biaya yang besar untuk
memperolehnya.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
a. Studi Kepustakaan
b. Observasi
c. Wawancara
d. Angket
e. Tes
f. Dokumentasi
STUDI KEPUSTAKAAN
1. Teknik
pengumpulan data ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi
yang bersifat teoritik yang berhubungan dengan masalah yang diteliti
antara lain; buku, majalah, makalah, artikel, koran, jurnal dll.
2. Contoh: Misal Judul skripsinya; Penelitian tentang persepsi siswa tentang gaya mengajar guru pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI
3. Kajian pustaka yang dibutuhkan dala penelitian ini adalah daftar pustaka yang berkenaan dengan data dan informasi tentang gaya mengajar guru dan motivasi belajar siswa
OBSERVASI
• Teknik
ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang
diteliti baik secara langsung ataupun tidak langsung.
• Contoh: Teknik observasi ini dimaksudkan untuk meneliti dan mengamati gaya mengajar guru di kelas, dan motivasi belajar siswa. Jenis gaya
mengajar guru seperti apa yang ditampilkannya di kelas dan kategorisasi
apa motivasi belajar siswa yang nampak dalam proses belajarnya.
WAWANCARA
Teknik
ini dilakukan dengan cara mengadakan pembicaraan secara face to face
dengan responden berkenaan dengan objek yang diteliti melalui pertanyaan
yang telah dirumuskan peneliti baik secara tertutup ataupun terbuka
ANGKET
Teknik
ini dilakukan dengan mengadakan pengajuan pertanyaan secara tertulis
dengan bentuk pilihan ganda dengan 5 opsion pilihan jawaban atau 4
opsion pilihan. Teknik ini biasanya dilakukan untuk meneliti tentang
sikap, motivasi, persepsi, dengan menggunakan pengukuran skala likert.
Contoh: Ketika menjelaskan materi ajar di kelas suara guru berbicara?
a. Sangat Jelas
b. Jelas
c. Kadang-kadang jelas
d. Kurang Jelas
e. Sangat tidak jelas
TES
Teknik
ini dilakukan dengan menggunakan tes untuk menghimpun data kuantitatif
dari masing-masing variabel yang diteliti, untuk ditindaklanjuti dalam
analisis data. Teknik tes ini biasanya digunakan untuk mengetahui
variabel kemampuan, penguasaan, mutu, dan prestasi.
DOKUMENTASI
Teknik
ini dilakukan dengan mengadakan kajian dokumentasi tentang variabel
penelitianf yang hendak diteliti, baik berupa dokumentasi nilai raport
siswa, data pribadi siswa, buku leger guru, dll.
Contoh: Data prestasi siswa yang diambil dari dokumen nilai, berupa raport atau buku leger guru.
PILIHAN GANDA
contoh :
Manakah penulis singkatan yang benar ?
a. an
b. a.n
c. A.n
d. AN
e. a.N
Tidak ada komentar:
Posting Komentar